Archive for February 2015

Iran Tangkis Konten Negatif Tanpa Blokir Situs

http://images.detik.com/content/2014/12/28/398/101912574.jpg

Pemerintah Iran akan menerapkan cara baru untuk menyensor konten-konten di internet. Teknik yang disebut smart filtering ini diyakini bisa menghalangi akses untuk konten-konten tertentu tanpa perlu memblokir situsnya secara keseluruhan.

Iran dikenal sebagai salah satu negara yang punya aturan paling ketat dalam hal penyensoran internet. Namun selama ini, warganya hampir selalu bisa membobol blokir terhadap situs media sosial seperti Twitter, Facebook dan YouTube dengan menggunakan virtual private network (VPN).

Namun dengan teknik baru ini, pemerintah Iran bisa membuka blokir tersebut dengan tetap menyensor konten-konten tertentu.Kebijakan ini sejalan dengan keinginan Presiden Hassan Rouhani untuk melonggarkan aturan-aturan yang sebelumnya telah berjalan.

“Saat ini, teknik smart filtering baru diimplementasikan di satu jejaring sosial sebagai uji coba. Namun ke depannya akan dilanjutkan ke jejaring lainnya,” ujar Mahmoud Vaezi, Menteri Komunikasi Iran seperti detikINET kutip Fox Business, Minggu (28/12/2014).

Jejaring sosial yang dimaksud oleh Vaezi adalah Instagram, layanan berbagi foto milik Facebook yang kini sudah difilter namun tidak diblokir.

“Dengan mengimplementasikan smart filtering, kami mencoba untuk memblokir akses para kriminal dan konten yang tidak etis dari situs di internet. Sementara publik masih bisa mengakses konten lainnya di situs tersebut,” tambah Vaezi.

Konten tidak etis yang dimaksud tak melulu pornografi, ataupun gambar wanita yang tak mengenakan pakaian sesuai hukum Islam. Melainkan juga konten yang mengandung materi politis.

Pada tahun 2009, media sosial digunakan dalam sebuah aksi protes melawan pemerintah. Dalam aksi tersebut, penggalangan massa dilakukan melalui jejaring sosial tersebut, yang pada akhirnya menghasilkan sebuah gerakan yang berujung bentrok dengan pihak berwajib.

sumber : detik.com

Belanja Online Saat Liburan? Hati-hati Penipuan!

http://images.detik.com/content/2014/12/28/323/123807_080822_onlineshopping.jpg

Masa liburan biasanya identik dengan belanja. Tawaran diskon bertebaran di mana-mana. Tak cuma di mal tradisional, tapi juga di berbagai situs jual beli online. Tapi hati-hati, jangan sampai jadi korban penipuan.

“Belanja online memang sangat menyenangkan, tetapi para shopper harus tetap hati-hati bertransaksi online, agar terhindar dari kasus penipuan,” kata CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dalam email yang diterima detikINET, Minggu (28/12/2014).

Salah satu modus penipuan yang harus diwaspadai, kata William, antara lain phising. Dalam modus ini, penipu akan menyamar sebagai pihak terpercaya, misalnya bank, situs e-commerce, atau sosial media.

Kemudian sang penipu akan meminta detail akun dengan cara mengirimkan email, SMS, dengan isi yang menakut-nakuti, misalnya akun kena hack, atau menjanjikan hadiah seperti voucher atau menang undian, dan kemudian diarahkan untuk mengeklik sebuah tautan link.

Link ini akan mengarah ke situs yang dibuat mirip seperti situs aslinya, dan user diminta untuk login. Ketika login inilah akun dan kata sandi akan dicuri dan disimpan oleh sindikat penipu.

Untuk dunia di luar internet, bisa dikatakan mirip seperti kasus ‘mama minta pulsa’, menang undian palsu, keluarga kena kecelakaan palsu, dan lain sejenisnya. Mengaku-aku sebagai orang yang dipercaya/berwenang, namun sebenarnya penipu.

Jadi di dunia online pun tetap harus hati-hati, kalau ada orang yang mengaku dari pihak yang sepertinya berwenang namun minta data sensitif seperti username, password, nomor ponsel, transfer uang, dan lainnya, selalu lakukan pengecekan ulang.

Setiap kali konsumen mengeklik sebuah link, selalu perhatikan apakah benar alamat websitenya sudah sesuai sebelum memasukkan informasi yang sifatnya pribadi.

“Kami di Tokopedia sangat concern terhadap masalah keamanan, dan berkomitmen penuh untuk selalu berinovasi untuk menciptakan sistem yang lebih aman, Misalnya, Tokopedia memiliki sistem OTP (one time password) seperti yang digunakan bank besar di Indonesia. Namun fitur-fitur keamanan ini akan kurang berguna jika user sendiri juga tidak berhati-hati,” tandas William.

sumber : detik.com

Internet Lumpuh, Korut: Amerika Pelakunya

http://images.detik.com/content/2014/12/27/398/hacksgetty460.jpg

Pemerintah Korea Utara menuduh Amerika Serikat sebagai penyebab matinya jaringan internet di Korut beberapa hari yang lalu.

“Amerika Serikat, sebuah negara besar yang tak malu untuk bermain sembunyi-sembunyi seperti anak kecil, telah mengganggu jaringan internet untuk sejumlah situs media di republik kami,” ujar Komisi Pertahanan Nasional Korut, dalam keterangannya, seperti yang dikutip dari Reuters, Sabtu (27/12/2014).

Ia juga kembali menyangkal tuduhan FBI mengenai keterlibatan Korut dalam serangan cyber terhadap Sony Pictures, dan meminta pemerintah AS untuk menunjukkan bukti atas tuduhan tersebut.

“Obama sebaiknya cepat-cepat membersihkan tindakan jahat yang dilakukan AS melalui kebijakan permusuhan melawan (Korea Utara) jika dia mencari perdamaian di AS,” lanjutnya.

Sejumlah situs utama di Korea Utara memang mengalami gangguan pada awal minggu ini. Menurut sejumlah analis, penyebab hal tersebut bisa saja sebuah serangan distributed denial of service (DDoS).

Alhasil koneksi internet di negara tersebut mati selama kurang lebih sembilan jam. Saat itu, pemerintahan AS menyebut bahwa mereka tak kaitannya dengan gangguan tersebut.

Sejumlah pakar juga meragukan bahwa AS berada di balik serangan ini. Jika AS benar-benar ada di balik serangan tersebut, kerusakan yang ditimbulkan bakal lebih parah, dan prosesnya hanya sekejap.

“Jika Obama benar-benar mengeluarkan perintah untuk menyerang Korut, jaringan internet di sana akan mati dalam hitungan detik bukan hari. Aku yakin pemerintahan AS bukan pelakunya,” tulis Dan Holden, dari Arbor Network, dalam laporannya.

sumber : detik.com

Antisipasi Lonjakan Trafik Data, Indosat Aktifkan Command Center

http://images.detik.com/content/2014/12/27/328/btsindosat46.jpg

Indosat siap-siap menghadapi lonjakan trafik telekomunikasi untuk menyambut libur panjang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Langkah-langkah yang akan ditempuh Indosat ini antara lain melalui peningkatan kapasitas jaringan dan juga optimalisasi jaringan pada wilayah-wilayah dengan trafik padat saat Natal, Tahun Baru dan libur akhir tahun.

“Menghadapi masa Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, serta liburan akhir tahun ini, Indosat telah menyiapkan kapasitas layanan yang disesuaikan dengan perkiraan kenaikan trafik yang akan terjadi di masa-masa tersebut,” ujar Adrian Prasanto, Division Head Public Relation Indosat dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (27/12/2014).

Mengantisipasi kenaikan trafik selama Natal 2013, Tahun Baru 2014 dan libur akhir tahun ini, Indosat meningkatkan kapasitas seluruh layanan telekomunikasinya baik suara, sms, maupun data.

Untuk kapasitas trafik suara menjadi 2.340 juta menit/hari atau 39 juta erlang/hari, untuk SMS kapasitas ditingkatkan menjadi 1,285 milyar SMS/hari, sementara untuk data, Indosat meningkatkan kapasitas menjadi 1075 Terabyte/hari.

Peningkatan ini didasarkan pada peningkatan trafik telekomunikasi di masa-masa Natal dan Tahun Baru pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pada hari Natal, 25 Desember 2014 kemarin, trafik suara nasional mengalami peningkatan sebesar 5,13%, trafik data naik 40,89%, dan trafik SMS naik 12,76% dibanding hari biasanya,” lanjut Adrian dalam keterangan tersebut.

Selain itu, Indosat juga melakukan monitoring performa jaringan selama masa-masa kenaikan trafik tersebut melalui pengoperasian Command Center, yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Command Center tersebut mampu mendeteksi dan menangani gangguan jaringan dengan cepat dan terintegrasi secara nasional dengan pusat kendali di Jakarta. Command Center akan mulai beroperasi pada 24 – 25 Desember 2014 dan 31 Desember 2014 – 1 Januari 2015.

sumber : detik.com

Tutup Tahun, BlackBerry Banting Harga

http://images.detik.com/content/2014/12/26/317/bbz30_gbr7_460.jpg

Menjelang tutup tahun, tak sedikit produsen yang menawarkan tawaran menarik berupa diskon bagi konsumen. Tak terkecuali BlackBerry, perusahaan kanada ini bahkan sampai memberi potongan harga sebesar 50% untuk ponselnya.

Adapun ponsel yang dimaksud adalah BlackBerry Z30. Seperti diketahui, pada waktu normal BlackBerry Z30 dibanderol oleh BlackBerry pada kisaran USD 500 atau sekitar Rp 6 juta.

Demi merayakan akhir tahun BlackBerry memberi potongan harga hingga 50% pada ponsel besutannya itu. Artinya konsumen bisa memboyong phablet BlackBerry tersebut dengan harga cuma USD 250 atau sekitar Rp 3 juta saja!

BlackBerry Z30 bukan satu-satunya ponsel BlackBerry yang kena potongan harga, ponsel berdesain kotak BlackBerry Passport yang belum lama ini dirilis BlackBerry juga menyodorkan diskon.

Pembeli ponsel anyar BlackBerry tersebut akan mendapat potongan harga sebesar USD 100 atau setara Rp 1,2 juta. Diskon tersebut berlaku untuk semua varian BlackBerry Passport baik yang berwarna hitam, putih, dan edisi khusus berkelir merah.

Namun sayangnya seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Jumat (26/12/2014), saat ini diskon akhir tahun itu hanya berlaku untuk konsumen yang berlokasi di kampung halaman BlackBerry yakni Kanada dan juga Amerika Serikat. Malahan khusus konsumen Amerika potongan harga BlackBerry Z30 bisa mencapai 55%.

Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya memang tak kebagian promo tersebut, karena di pasaran BlackBerry Z30 masih ditawarkan dengan harga normal yang rata-rata berada di kisaran angka Rp 5,8 juta. Sementara BlackBerry Passport dibanderol pada kisaran harga Rp 8,3 juta.

sumber : detik.com