Archive for March 2015

Google Glass ala Sony Dijual Rp 10,9 Juta

http://images.detik.com/content/2015/03/31/317/111151_sonyglass460.jpg

Sony mengumumkan kehadiran kacamata pintar mirip Google Glass pada ajang Consumer Electronic Show (CES) 2015 lalu. Kini, kacamata bernama SmartEyeGlass tersebut sudah mulai bisa dibeli.

Perangkat yang sudah tersedia di 10 negara tersebut akan dijual dengan harga USD 840 atau sekitar Rp 10,9 juta (USD 1 = Rp 13.000). Sama seperti Google Glass versi awal, SmartEyeGlass ini dikhususkan untuk para developer agar mereka bisa mengembangkan aplikasinya.

SmartEyeGlass kompatibel dengan perangkat Android dengan OS 4.4 KitKat atau yang lebih tinggi, setelah sebelumnya menginstal aplikasi SmartEyeGlass yang tersedia di Play Store, seperti dikutip detikINET dari Android Authority, Selasa (31/3/2015).

Meski terbilang mirip Google Glass, kacamata pintar ini dikontrol menggunakan sebuah alat yang tersambung melalui kabel. Di dalam remote tersebut tersimpan baterai, mikrofon, dan speaker.

Sony mengklaim bahwa baterai tersebut akan bisa bertahan untuk pemakaian SmartEyeGlass selama 150 menit. Kacamata seberat 40 gram ini punya layar OLED dengan resolusi 640×400 pixel dan tersambung dengan ponsel melalui Bluetooth.

 sumber : detik.com

Pimpinan Situs yang Diblokir Datangi Kominfo

http://images.detik.com/content/2015/03/31/398/113558_112516_situs.jpg
7 Pimpinan yang situsnya diblokir karena dianggap menyebarkan paham radikal mendatangi Kementerian Kominfo. Mereka ingin meminta penjelasan.
“Kami hanya ingin mengkonfirmasi rencana pemblokiran terhadap media kami, apa alasannya. Kalau situs-situs kami berbahaya, berbahayanya di mana dan beritanya apa,” kata Pemred Hidayatullah.com Mahladi yang juga juru bicara, di gedung Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (31/3/2015).Menurutnya tuduhan yang mengatakan situs mereka mempengaruhi masyarakat untuk ikut ISIS atau berpaham radikal adalah tidak benar.

“Kalau kami menghasut masyarakat untuk ikut ISIS dari mana? Kami bersikap kritis terhadap ISIS,” ucap Malhadi.

Saat ini pemimpin redaksi dan wakil pemimpin redaksi 7 situs tersebut masih menunggu pihak Kominfo. Mereka menunggu di ruang rapat pengaduan untuk membahas masalah ini.

7 Situs itu adalah:

1. Aqlislamiccenter.com
2. Hidayatullah.com
3. Kiblat.net
4. Salam-online.com
5. Panjimas.com
6. Arrahmah.com
7. Gemaislam.com

Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website yang bernuansa radikal. Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir 22 situs sesuai dengan permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Menurut BNPT situs/website tersebut merupakan situs/website penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme. Permintaan blokir itu, kata BNPT, atas masukan dari masyarakat.

sumber : detik.com

BNPT: Sudah Cukup Banyak yang Jadi Korban Ikut ISIS

http://images.detik.com/content/2015/03/31/398/110729_102206_060407_laptop.jpg

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir 22 situs yang dianggap radikal atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Apa kata BNPT terkait permintaan ini?

“Sebelumnya sudah ada pemikiran yang seperti ini yang cukup lama. Ini kan ada langkah-langkah yang dilakukan. Dilakukan karena sudah cukup banyak yang menjadi korban ikut ISIS,” ujar staf ahli BNPT Wawan Purwanto ketika dikonfirmasi, Selasa (31/1/2015).

Wawan meminta semua pihak untuk menahan diri. Menurutnya apa yang dilakukan BNPT adalah langkah untuk menghentikan persebaran paham radikal.

“Banyak akibat yang ditimbulkan dari pemahaman yang setengah-setengah dari informasi yang didapatkan. Ini merupakan suatu bentuk penertiban. Semua pihak supaya menahan diri,” kata Wawan yang juga merupakan pakar intelijen ini.

Sejumlah pihak termasuk Menag Lukman Hakim mempertanyakan langkah BNPT yang meminta blokir 22 situs termasuk di dalamnya sejumlah situs yang selama ini dikenal netral. Sayangnya ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Wawan belum sempat menjelaskan secara detail.

“Saya sedang ada acara. Nanti akan saya jelaskan lagi,” kata Wawan yang memang sedang berada di tengah acara ketika berbincang melalui telepon ini.

Website kominfo.go.id menyebut ada 22 website yang telah diblokir, yaitu:
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com dan
22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com

sumber : detik.com

Emvio, Jam Pintar Pendeteksi Stres

Sebuah perusahaan bernama Emvio membuat sebuah jam tangan pintar dengan fitur yang tampak berbeda dari biasanya. Produk yang juga hadir dengan nama Emvio ini nantinya bisa mendeteksi apakah penggunanya sedang dalam keadaan stres atau tidak.

Seperti KompasTekno kutip dari Ubergizmo, Selasa (30/3/2015), ini merupakan jam tangan pintar pertama di dunia dengan fitur tersebut.

Cara bekerja dari fitur tersebut tidaklah terlalu rumit. Ia mampu mendeteksi detak jantung dari penggunanya. Uniknya, jam ini bisa membedakan keadaan detak jantung penggunanya, apakah ia benar-benar stres atau hanya karena sedang berolahraga.

Nantinya, keadaan penggunanya tersebut akan dinilai dari skala 1 hingga 10. Nilai 1 menandakan keadaan di mana pengguna dalam keadaan relaks dan 10 di mana sedang dalam keadaan sangat stres.

Tingkat stres tersebut bisa saja diperlihatkan di layar Emvio ini. Akan tetapi, pengguna juga bisa mengatur agar layar jam tidak memperlihatkan level stres. Harapannya, tentunya, agar tidak semua orang “mengintip” keadaan si pemakai jam.

Smartwatch ini juga akan bergetar apabila mendeteksi penggunanya sedang dalam keadaan stres. Tentunya, saat menerima “getaran” tersebut, pengguna hanya perlu diam sebentar, menarik nafas, dan relaks agar tidak terus dalam keadaan stres.

Jam tangan pintar Emvio ini sedang dalam proyek pendanaan di situs crowdfundingKickstarter. Emvio menargetkan pendanaan sebesar 250.000 dollar AS untuk proyek tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Emvio sudah mendapatkan dana sebesar 22.400 dollar AS dengan sisa hari proyek selama 22 hari lagi

 sumber : KOMPAS.com

Internet Indonesia Masih Terbelakang di ASEAN

http://images.detik.com/content/2015/03/30/398/111303_laptop.jpg

Tingkat penetrasi internet Indonesia ternyata masih payah meskipun dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Data ini diungkapkan oleh penelitian gabungan yang dilakukan oleh Internet Society dan biro konsultan TPRC.

Dalam hasil penelitian tersebut, negara-negara di Asia Tenggara dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan angka penetrasi internetnya. Cluster 1 diisi oleh negara-negara dengan penetrasi internet di atas 60%, yaitu Singapura (73%), Malaysia (67%), Brunei (65%).

Sementara cluster 2 diisi oleh negara dengan penetrasi antara 25% dan 50%. Yaitu Vietnam (44%), Filipina (37%), Thailand (29%). Dan paling belakang adalah cluster 3, yaitu negara-negara dengan penetrasi di bawah 25%. Mereka adalah Indonesia (16%), Laos (13%), Kamboja (6%), Myanmar (1%).

Urutan negara-negara tersebut sepadan dengan data jumlah pendapatan yang dirilis oleh World Bank. “Namun tidak begitu adanya dengan Indonesia dan Thailand. Penetrasi internet keduanya berada lebih rendah dibanding angka yang diharapkan,” seperti yang tercantum dalam laporan tersebut.

Sementara menurut Rajnesh Singh, regional director Internet Society Asia Pasifik, faktor utama yang mempengaruhi tingkat penetrasi internet adalah ketersediaan infrastruktur dan biaya akses internet, seperti dilansir oleh Wall Street Journal, Senin (30/3/2015).

Angka tingkat penetrasi internet ini punya perbedaan cukup besar dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Puskakom Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam penelitian tersebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada tahun 2014 adalah 34,9%, atau tumbuh sekitar 16,2 juta dari jumlah pengguna internet tahun sebelumnya.

 sumber : detik.com