Archive for April 2015

Instagram Bikin Channel Musik

http://images.detik.com/content/2015/04/30/398/081126_instagram.jpg

Instagram menghadirkan sebuah layanan baru yang memberikan pecinta musik dan musisi berinteraksi lewat sebuah channel. Lewat akun @music ini para musisi bisa melakukan ‘behind the scenes’ dengan para penggemarnya.

Seperti detikINET kutip dari Techcrunch, Kamis (30/4/2015), ide pembuatan @music sendiri berangkat dari aktivitas di Instagram itu sendiri, dimana seperempat dari akun populer Instagram berasal dari kalangan musisi.

Beberapa artis ternama yang aktif di Instagram di antaranya Beyonce (30,9 juta follower), Ariana Grande (30,1 juta follower), Tylor Swift (28,3 juta follower), Justin Bieber (26 juta follower), Miley Cyrus (18,3 jutafollower) dan Rihanna dan Katy Perry (masing-masing memiliki 17,7 juta follower).

“Komunitas musik akan selalu menjadi bagian penting Instagaram. Selama empat tahun ini kami telah menjadi rumah bagi para artis besar dan kecil. Instagaram menjadi tempat merka berbagai cerita dan berinteraksi dengan para fans,” ujar Kevin Systrom, CEO dan Founder Instagram.

Saluran @musik akan dikomandoi oleh Instagram Music Editor, Alex Suskind. Membahas beragam topik yang terkait dengan musik, mulai dari kegiatan artis, pendatang baru, instrumen, lirik, sesi studio, konser, ilustrasi album hingga aktivitas para pecinta musik.

Akan ada enam posting setiap minggunya dan akan dikelompokkan dalam sebuah hashtag, contohnya #DoubleTrack yang akan fokus pada hal-hal menarik dari sebuah artis namun diluar musik.

Untuk Follower @music sendiri, mereka dapat berpartisipasi tidak hanya memberi komentar pada sebuah postingan, namun bisa membuat sebuah hashtag project bulanan.

sumber : detik.com

Edge, Suksesor Internet Explorer

http://images.detik.com/content/2015/04/30/398/075028_microsoftedge.jpg

Pada ajang Build 2015, Microsoft mengumumkan nama resmi dari Project Spartan. Suksesor Internet Explorer ini bernama Edge. Akan menjadi browser baru di Windows 10, baik untuk desktop, tablet dan smartphone.

Edge menjadi salah satu pilihan dari sejumlah nama yang dibahas Microsoft Januari lalu. Bersanding Elixa dan Entourage yang turut menjadi kandidat nama penganti Spartan.

Beberapa pengguna berharap bahwa Microsoft mempertahankan nama Spartan. Seperti yang terjadi pada proyek mereka lainnya dimana tetap memakai nama sama, contohnya Halo dan Cortana.

Di atas panggung Build 2015, Corporate Vice President of Operating System Group, Joe Belfiore mengatakan sejumlah kemampuan yang dipunyai Edge. Browser ini membawa rendering engine baru dengan nama Edge HTML dan mendukung ektensi.

“Developer kini dapat membuat ekstensi Chrome dan Firefox dengan sedikit perubahan sehingga dapat digunakan di Edge,” ujar Belfiore seperto dikutip dari Venture Beat, Kamis (30/4/2015).

Edge diklaim memberikan para penggunanya pengalaman yang tepat. Browser ini menawarkan beragam fitur seperti dapat membubuhkan keterangan pada halaman web, mode membaca yang nyaman dan lintas perangkat, serta terintegrasi dengan asisten pribadi virtual Cortana.

“Edge akan berada di tepi antara konsumsi dan berkreasi,” tandas Belfiore.

sumber : detik.com

Samsung ‘Paksa’ Pengguna Galaxy S6 Andalkan Cloud

http://images.detik.com/content/2015/04/29/317/183836_164341_s612.jpg

Mengusung desain bodi metal, Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge memang tampil memikat. Sayangnya, demi hal itu Samsung malah menghilangkan sejumlah fitur standar yang dulunya jadi andalan, yakni slot micro SD dan baterai yang bisa dilepas.

Tentu keputusan Samsung menghilangkan kehadiran kedua fitur standar itu sudah dipikirkan masak-masak, termasuk soal absennya slot micro SD. Menurut Fleon Koen, PM Manager Mobile Samsung Indonesia, hal ini dilakukan karena Samsung ingin memberikan performa terbaik bagi pengguna Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge.

Performa terbaik yang dimaksud adalah dengan dibenamkannya chip SSD terbaru yang diklaim punya kecepatan transfer data yang tinggi. Sebagai informasi, SSD adalah nama lain dari memori internal yang dimiliki oleh Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge.

Sedangkan bila Samsung tetap mempertahankan kehadiran slot micro SD, ditakutkan akan terjadibottleneck alias performa mentok pada micro SD yang digunakan. Yang mana hal itu akan berpengaruh pada keseluruhan performa Galaxy S6 itu sendiri.

“Micro SD itu kecepatan reading-nya jauh dibawah kecepatan reading memori internal yang dimiliki Galaxy S6. Kami ingin memberi performa terbaik, itulah alasan kami menghilangkan fitur slot micro SD,” ujar Fleon, di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Pun demikian, Samsung tak menutup mata mengenai pengguna yang masih menginginkan kehadiran media penyimpanan alternatif di luar memori internal.

Vebyyna Kaunang, Direktur Marketing IT & Mobile Business Samsung Indonesia, mengatakan pengguna Galaxy S6 tetap punya banyak pilihan, misalnya menggunakan layanan cloud maupun lewat jalur USB On-The-Go (OTG) yang telah didukung Galaxy S6.

“Kami sudah menyiapkan penyimpanan cloud bagi pengguna Galaxy S6. Lebih aman juga, dan bisa diakses dari ponsel manapun. Sehingga pengguna tak perlu panik bila misalnya terjadi masalah pada ponsel miliknya,” kata Vebbyna.

Samsung sendiri menggandeng Microsoft untuk penyimpanan cloud-nya. Mengandalkan layanan cloud Microsoft One Drive, Samsung menjamin pengguna Galaxy S6 bisa bebas menggunakannnya sampai dua tahun lamanya.

Sementara itu, terkait desain unibodi yang artinya pengguna tak bisa melepas komponen baterai Galaxy S6. Dikatakan hal ini dilakukan Samsung demi bisa memberikan desain terbaik.

Karena dengan menggunakan baterai yang terintegrasi langsung dengan bodi, Samsung bisa mendesain bentuk baterainya mengikuti desain yang diusung ponsel.

“Bentuknya (baterai-red) juga bisa dibuat lebih tipis, karena tak perlu lagi memberi lapisan tambahan. Lapisannya kan langsung bodi metalnya (yang dipakai Galaxy S6) itu sendiri,” pungkas Fleon.

sumber : detik.com

Netizen: #BoycottIndonesia, Yakin Mau?

http://images.detik.com/content/2015/04/29/398/164911_bali46.jpgSoal eksekusi gembong narkoba di Indonesia masih ramai diperbincangkan di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Dan belakangan, eksekusi mati itu kembali mempopulerkan tagar #BoycottIndonesia di ranah media sosial, dalam hal ini Twitter.

Tagar tersebut tak cuma diramaikan oleh pihak-pihak yang tak setuju dengan eksekusi mati pada dua warga Australia bernama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran itu.

Ada juga pihak yang malah bersyukur dengan adanya aksi #BoyCottIndonesia tersebut. Seperti Bimo, melalui akun @guearyo yang menulis “Lebih baik #BoycottIndonesia, ketimbang menjual narkoba di negara kami.”

Bimo juga melengkapi kicauan tersebut dengan sebuah gambar, lengkap dengan tulisan berbunyi, “Hore! Negara pengedar narkoba #BoycottIndonesia. Alhamdulillah.”

Sementara Okhe, dengan akunnya @okhenugraha, mengatakan bahwa “Kalian boleh saja #BoycottIndonesia, namun jangan pernah melintasi teritori kami,” lengkap dengan gambar peta Indonesia berikut jalur-jalur pelayaran yang melintasi Indonesia.

Lalu Dhika, dengan akun @DhikaAral berkicau singkat, “yakin mau #BoycottIndonesia?” Sebuah kicauan yang ia lengkapi dengan gambar beberapa lokasi wisata di Indonesia yang mempunyai kemiripan dengan lokasi wisata di sejumlah negara lain.

sumber : detik.com

Menkominfo Siap “Buka-bukaan” soal TKDN

Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia (Menkominfo) Rudiantara sudah menyetujui penyelenggaraan konsultasi publik terhadap naskah aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Konsultasi yang dimaksud kemungkinan dilakukan dalam waktu satu dua hari ke depan.

Menteri juga mengatakan sudah menyerahkan mandat soal konsultasi publik itu kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos (Dirjen SDPPI) dan Informatika Muhammad Budi Setiawan.

“Saya sudah oke untuk public consultation. Tinggal Pak Iwan (Dirjen SDPPI), terserah mau besok atau kapan,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo), Selasa (28/4/2015) sore.

Dalam kesempatan yang sama, Iwan juga mengatakan akan menerapkan TKDN padasubscriber station (SS) atau perangkat genggam dan base subscriber sub-system (BSS) atau perangkat jaringan.

“Kita sudah punya ‘magic number’ untuk TKDN. Yang kita ajukan dalam naskah konsultasi publik, minimal 30 persen untuk SS dan 40 persen untuk BSS. Nanti angkanya bisa saja lebih, tapi kita akan realistis saja,” ujarnya.

“Tadi Pak Menteri baru tanda tangan. Jadi proses selanjutnya ke biro hukum kami, lalu diadakan konsultasi publik. Naskahnya akan di-upload ke web. Konsultasi publiknya satu atau dua hari ke depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menkominfo berencana menerapkan TKDN 40 persen untuk perangkat genggam 4G di Indonesia. Namun besaran tersebut dikatakannya belum pasti, karena masih harus melalui konsultasi publik dan mengukur kemampuan industri.

Aturan TKDN sendiri baru akan berlaku pada 2017 mendatang. Perangkat genggam yang tidak memenuhi angka minimal dalam peraturan itu akan dilarang masuk ke Indonesia.

Wacana TKDN 40 persen sempat mendapat penolakan dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat karena alasan akan mempersulit masuknya smartphone Apple ke Tanah Air. Namun di sisi lain, vendor besar seperti Lenovo, Asus, dan Oppo pun menyatakan siap memenuhi aturan itu.

sumber : KOMPAS.com