Archive for May 2015

Menkominfo Resmikan Sistem Perizinan Frekuensi Radio M2M

http://images.detik.com/content/2015/05/20/328/radet46.jpgMenkominfo Rudiantara meresmikan sistem perizinan penggunaan frekuensi radio yang berbasismachine to machine (M2M) yang terintegrasi di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika (SDPPI).

Menteri memaparkan, keputusannya untuk mengembangkan sistem perizinan penggunaan frekuensi radio berbasis M2M dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan dan pemegang izin pengguna spektrum frekuensi radio yang membutuhkan percepatan, akurasi, dan efisiensi dalam penanganan proses perizinan frekuensi radio.

“Ini merupakan bentuk inovasi pelayanan perizinan frekuensi radio dari Ditjen SDPPI dalam rangka percepatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rudiantara dalam sambutannya di Gedung Merdeka, Jakarta.

Sebelumnya, proses permohonan izin dapat diajukan secara daring (dalam jaringan) atau online melalui aplikasi web dan secara luring (luar jaringan) atau offline melalui loket.

Sedangkan saat ini khusus Big User juga dapat mengirimkan permohonannya secara langsung dari mesin atau server operator menggunakan format pertukaran data dalam bentuk file xml yang standar.

Kanal layanan M2M ditujukan untuk mempercepat proses, mempermudah operator, meningkatkan transparansi proses dan memberi layanan yang bersifat lebih personal bagi Big User. Sistem perizinan frekuensi radio yang berbasis M2M ini diharapkan dapat mempercepat proses.

Untuk menghadirkan sistem perizinan frekuensi berbasis M2M ini, Kementerian Kominfo menggunakan layanan dari mitra kerjanya seperti Telkomsigma yang dipimpin Judi Achmadi.

sumber : detik.com

.

Ini Hacker yang Mengaku Bisa Belokkan Pesawat

http://images.detik.com/content/2015/05/20/323/162148_ajk.jpg

Pengakuan hacker ini memang menakutkan. Seperti di film saja, dia mengaku bisa membajak pesawat dari kursi penumpang saat dalam penerbangan. Tak urung, dia langsung diinterogasi FBI. Gadgetnya semua disita untuk kepentingan penyelidikan.

Namanya Chris Roberts. Lahir di Inggris tapi sekarang tinggal di Amerika Serikat, Roberts lumayan dikenal sebagai pakar sekuriti. Dia mendirikan perusahaan sekuriti komputer bernama One World Labs.

Roberts mengklaim mampu membobol sistem komputer pesawat melalui In Flight Entertainment System (IFE). Pertama-tama, ia menghubungkan laptopnya ke box elektronik IFE yang ada di bawah kursi penumpang. Dari situlah, dia bisa terhubung dengan Thrust Management Computer yang mengendalikan mesin.

Dia mengklaim pernah membuat salah satu mesin pesawat naik dalam sebuah penerbangan. Sebagai akibatnya ada gerakan menyamping dari pesawat. Bayangkan kalau orang jahat yang melakukannya, apa tidak celaka?

Roberts ini rupanya sudah menginvestigasi keamanan penerbangan sejak sekitar 6 tahun lampau. Terutama mengenai sistem IFE tersebut yang menurutnya cukup rentan celah keamanannya. Roberts diketahui sudah beberapa kali mempresentasikan hal itu namun tak ada tanggapan berarti.

“Kami telah berbincang dengan dua pembuat pesawat dan juga dua penyedia layanan infotainment di pesawat tapi tak pernah berlanjut ke apapun,” katanya seperti dikutip detikINET dari Wired, Rabu (20/5/2015).

FBI ternyata mengamati penelitian Roberts. Februari lalu, agen FBI menyambangi Roberts untuk mendiskusikan soal keamanan pesawat. Roberts membeberkan semuanya. Ia mengaku bisa mengetahui data penerbangan hanya dengan menghubungkan laptop ke sistem hiburan di pesawat.

Bahkan lebih dari itu, Roberts mengklaim bisa bertindak lebih jauh. Yakni mengendalikan kontrol mesin yang ujung-ujungnya mengubah arah pesawat.

Roberts kembali harus berurusan dengan FBI terkait sebuah tweet yang mengindikasikan dia akan melakukan hack pada penerbangan pesawat United Airlines jurusan Chicago menuju Denver. Ia mengaku itu hanya joke tapi FBI menganggapnya serius.

FBI kini menginterogasi Roberts dan ia juga dilarang naik pesawat. Klaimnya soal membajak pesawat melalui sistem IFE pun menimbulkan kehebohan di kalangan industri penerbangan maupun pakar sekuriti komputer.

Para pakar sekuriti ada yang mendukung bahwa maksud Roberts itu baik, yakni menunjukkan celah keamanan di pesawat terbang modern. Tapi kebanyakan mengecamnya dan meragukan apakah Roberts benar-benar bisa melakukannya.

“Klaim kalau mode thrust management system bisa diubah tanpa komando dari pilot atau ketika dihubungkan dengan sistem manajemen penerbangan adalah hal yang hampir mustahil,” kata Peter Lemme, chairman perusahaan satelit Ku and Ka.

“Dalam kejadian seperti yang dia klaim, yakni gangguan di Thrust Management System, hal itu akan diketahui oleh awak kabin, mereka akan mengetahui kalau pesawat bergerak dengan komando yang tak berasal dari kokpit. Pilot akan mencegahnya dan langsung akan ada investigasi. Jadi aku tak percaya bahwa yang dia katakan itu benar,” ucap Michael Planey, konsultan keamanan pesawat.

Tapi mungkin ada baiknya menunggu penyelidikan FBI. Baru akan diketahui apakah Roberts benar-benar bisa membajak pesawat dari kursi penumpang ataukah hanya sebaliknya.

sumber : detik.com

Lima Tahun Lagi Fiber Optik Hadir di Semua Rumah

http://images.detik.com/content/2015/05/20/328/diantelkom62.jpg

Layanan fiber to the home (FTTH) akan semakin gencar hadir di ‎seluruh rumah yang ada di Indonesia. Telkom sendiri menjanjikan dalam lima tahun mendatang semua pelanggan Triple Play dari IndiHome akan dilayani infrastruktur serat optik ke rumah-rumah.

IndiHome merupakan layanan telepon, internet dan TV interaktif dalam satu paket. Layanan ini menurut Direktur Consumer Service Telkom Dian Rachmawan telah menjangkau 160 kota di Indonesia, yakni 60 kota besar dan 100 kota lainnya.

“Tahun 2020 nanti semua line di rumah pelanggan akan dilayani serat optik. Sekarang kita ada sekitar 7 jutahome passed dimana porsi menggunakan tembaga ada 50:50, pekerjaan migrasi berjalan terus,” paparnya di sela FTTH Conference and Exhibition 2015 Asia Pasific di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

IndiHome Fiber adalah layanan IndiHome yang menggunakan infrastruktur fiber optik 100%. Untuk menghadirkan layanan ini diperlukan infrastruktur serat optik sebagai tulang punggung dari layanan internet kecepatan tinggi yang dibutuhkan rumah tangga agar konten-konten bisa berjalan sempurna.

“Sekarang itu setiap rumah sudah membutuhkan internet, telepon, dan televisi, selain air serta listrik. Indonesia memliki sekitar 60 juta rumah yang berpotensi untuk masuk layanan internet, dimana 20 juta memiliki layar besar. Ini merupakan pekerjaan besar jika realisasi penggelaran serat optik itu terjadi kita optimalisasi menggelar serat optik,” paparnya.

Diungkapkannya, saat ini Telkom sudah memiliki sekitar 350 ribu pelanggan IndiHome dari target meraih tiga juta pelanggan pada tahun ini.

Daerah yang akan menjadi andalan bagi target pelanggan adalah Jakarta dan sekitarnya, Surabaya, dan kota lainnya. Di Jakarta dan sekitarnya, harapan akan ada sejuta pelanggan IndiHome.

“Saya tetap optimistis dengan target yang dicanangkan karena melihat grafik itu jangan linear, tetapi harus eksponensial. Kita punya banyak persiapan agar grafik pertumbuhan IndiHome itu eksponensial, apalagi sekarang layanan ini sudah ada di 160 kota,” paparnya.

Dikatakannya, untuk merealisasikan pelanggan, Telkom mulai menggeber jumlah teknisi yang mampu memasang instalasi dimana sekarang ada sekitar 2.500 tersertifikasi dari target 10 ribu teknisi pada tahun ini.

Berikutnya, menyiapkan alat produksi dimana sudah ada sekitar 7 juta home passed bisa memberikan layanan triple play IndiHome berupa telepon, internet, dan IPTV.
Terakhir, menyiapkan Teknologi Informasi (TI) agar perpindahan dari akses kabel tembaga ke serat optik berjalan mulus.

“Kita itu ada warisan 10 juta pelanggan telepon rumah, 3,2 juta pelanggan Speedy, dan 80 ribu UseeTV. Migrasi ini pekerjaan besar dan penuh tantangan. Untuk tahun ini kita harapkan pelanggan Speedy itu pindah ke IndiHome di samping pelanggan baru yang masuk. Soalnya merek Speedy itu sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.‎

sumber : detik.com

Gedung Putih Mau Intip Data Enkripsi Google cs

http://images.detik.com/content/2015/05/20/398/160001_181264085.jpgSejumlah raksasa teknologi termasuk Apple dan Google baru-baru ini mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Isinya, menolak proposal legislatif yang memungkinkan pejabat pemerintah mengakses data smartphone yang sudah dienkripsi.

“Kami meminta Gedung Putih fokus mengembangkan kebijakan yang mendukung, ketimbang merusak teknologi enkripsi yang sudah diadopsi secara luas. Kebijakan semacam ini akan lebih mendukung dan melindungi keamanan cyber, petumbuhan ekonomi dan hak asasi manusia baik di sini maupun di negara lain,” tulis mereka.

Seperti dikutip dari Time, Rabu (20/5/2015), pemerintahan Obama keberatan atas kebijakan enkripsi yang diterapkan perusahaan teknologi. Alasannya, hal ini berpotensi menghambat kepolisian atau badan intelijen melacak informasi berkaitan dengan aksi terorisme maupun tindak kriminal lain.

Badan investigasi Amerika Serikat FBI bahkan meminta perusahaan teknologi seperti Google dan Apple menyediakan semacam back door pada software mereka, yang memungkinkan para penegak hukum bisa melewati enkripsi dan mengakses data yang diperlukan.

Perdebatan mengenai metode enkripsi bermula di 2013, setelah ahli mantan anggota NSA Edward Snowden mengungkapkan bahwa National Security Agency (NSA) bisa mengakses email, percakapan telepon bahkan menyadap ponsel dan video chat.

sumber : detik.com

Mengenal ‘Wasit’ Baru di Industri Telekomunikasi

http://images.detik.com/content/2015/05/20/328/basuki.jpg

Nama anggota baru untuk Komite Regulasi Telekomunikasi yang akan menjadi punggawa Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (KRT-BRTI) periode 2015-2018 telah resmi diumumkan. Siapa saja mereka, dan apa spesialisasinya?

Saat diumumkan oleh Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Balitbang SDM Kominfo yang menjadi Ketua Panitia Seleksi KRT-BRTI mengumumkan enam nama yang akan menjadi perwakilan dari masyarakat dan industri.

Nama pertama yang diumumkan adalah Agung Harsoyo‎, profesinya sebelum ini adalah sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia nantinya akan menjadi perwakilan BRTI dengan spesialisasi di bidang teknologi.

Nama kedua adalah I Ketut Prihadi Kresna, seorang praktisi hukum dan regulasi telekomunikasi‎. Ketut yang sempat menjadi pegawai di Kominfo ini nantinya akan menjadi perwakilan BRTI untuk urusan bidang hukum.

Yang ketiga disebutkan adalah Muhammad Imam Nashirudin. Dia merupakan jebolan salah satu operator‎, tepatnya dari Indosat. Spesialisasinya di bidang ekonomi mikro dan bisnis. Sebelum diangkat jadi BRTI, dia harus mengundurkan diri dari Indosat.

Selanjutnya yang keempat adalah Rolly Rochmat Purnomo. Asalnya dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Bappenas. Spesialisasinya bidang kebijakan publik. Rolly pun harus melepas jabatan lamanya sebelum dilantik jadi BRTI.

Anggota kelima BRTI baru ini diisi oleh Rony Mamur Bishry, dari Bad‎an Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dia dipilih karena spesialisasinya di bidang ekonomi makro. Namun sebelum dilantik, ia juga harus melepas jabatan lamanya.

Terakhir yang keenam adalah Taufik Hasan. Ia merupakan pemain lama di industri telekomunikasi dan juga menjadi salah satu dosen di Universitas Telkom. Taufik dan anggota BRTI baru lainnya juga aktif di organisasi seperti Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).

Basuki menegaskan, keenam nama ini nantinya harus melepas jabatannya yang lama agar bisa fokus sepenuhnya membantu Menkominfo Rudiantara dalam mengawasi industri telekomunikasi‎.

“Tentu saja mereka tak boleh rangkap jabatan. Mereka harus melepas jabatan lama mereka sebelum dilantik Jumat ini oleh pak menteri,” kata Basuki yang juga mantan Ketua BRTI, di gedung Kominfo, Rabu (20/5/2015).

Nah, untuk Ketua dan Wakil BRTI yang baru, personilnya masih tetap sama ‎dengan periode sebelumnya. Keduanya masih dari wakil pemerintah. Begitu pula dengan satu anggota lainnya yang merupakan staf khusus dari Menteri.

Menurut Basuki, yang menjadi Ketua BRTI adalah Kalamullah Ramli, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Sedangkan Wakil Ketuanya adalah Muhammad Budi Setiawan, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

“Sedangkan satu lagi yang‎ jadi anggota dari Staf Khusus Menkominfo pilihannya ada dua. Antara Dhanrivanto Budhijanto atau Lis Sutjiati. Nanti sembilan anggota baru BRTI ini dilantik Jumat nanti oleh pak menteri,” pungkas Basuki.

sumber : detik.com