Archive for May 2015

Facebook akan Benamkan Game di Messenger

http://images.detik.com/content/2015/05/19/654/150250_fbmessenger.jpg

Facebook sedang berusaha keras menarik perhatian pengguna agar mau menggunakan Facebook Messenger. Raksasa jejaring sosial tersebut berencana membenamkan game di Messenger.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari News Softpedia, Selasa (19/5/2015), Facebook saat ini sedang aktif berdiskusi dengan sejumlah developer game mengenai kemungkinan menaruh game di aplikasi chat-nya tersebut.

Mengingat kabar ini masih sangat baru, terlalu dini untuk mengorek lebih jauh kapan Facebook akan mewujudkannya. Setidaknya, tiga orang sumber yang mengetahui hal ini mengonfirmasikan bahwa diskusi ini berakhir sukses dan Facebook akan menaruh game di app store Messenger tak lama lagi.

Belakangan, Ilya Sukhar yang diberi tanggung jawab untuk divisi Messenger Facebook mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Namun dia menolak menyebutkan lebih detail mengenai kesepakatan ini.

Melihat upaya ini, Facebook sepertinya memang yakin bahwa strategi meniru kompetitornya seperti Line dan KakaoTalk yang sudah lebih dulu membenamkan game di aplikasi chat akan berhasil.

Game diyakini memang akan membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waku berinteraksi di dalam messenger. Selain Facebook, BlackBerry baru-baru ini juga meniru strategi yang sama dengan menambahkan game di BlackBerry Messenger.

Sebelumnya, Facebook mencoba menggaet pengguna dengan mengajak para developer bekerjasama membuat aplikasi tambahan di dalam Messenger. Salah satunya adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima file GIF, emoji dan sound clip.

sumber : detik.com

Penjualan Anjlok, BlackBerry Masih ‘Dibekingi’ Militer AS

http://images.detik.com/content/2015/05/19/317/ceobb460.jpg

Meski penjualan ponselnya sudah sangat menurun, BlackBerry belum menyerah. Menurut CEO BlackBerry John Chen, ia yakin bisa kembali membuat bisnis ponsel BlackBerry kembali menguntungkan.

Selama Q4 2014, Blackberry hanya menjual sekitar 1,6 juta unit ponsel. Sebagai perbandingan, dalam periode yang sama, Apple menjual sekitar 61,2 juta unit iPhone.

Salah satu alasan Chen belum menyerah di bisnis ponsel adalah soal keamanan. Menurutnya, meski keamanan jaringan milik BlackBerry juga bisa mengamankan ponsel buatan vendor lain, tetapi belum tak ada apa-apanya dibanding keamanan milik ponsel buatan BlackBerry sendiri.

“Jika kamu melihat angkatan bersenjata Amerika Serikat, mereka semua masih menggunakan BlackBerry. Jika aku bilang ke mereka bahwa kami berhenti membuat ponsel, maka kami akan kehilangan itu,” ujar Chen.

“Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana membuat (bisnis-red) ponsel menjadi menguntungkan dengan kuantitas orang yang kami wakili,” tambah Chen, seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Selasa (19/5/2015).

Saat ini BlackBerry untuk kelas konsumer memang kalah jauh dibanding Apple dan berbagai macam vendor ponsel Android. Namun mereka masih memiliki sejumlah konsumen setia, terutama dari pihak pemerintahan dan perusahaan-perusahaan.

Para konsumen setiap BlackBerry ini memang membutuhkan tingkat keamanan tertentu, sesuai yang disediakan oleh BlackBerry. Meski konsumennya terbatas, Chen masih yakin bahwa itu bisa membantu BlackBerry untuk merangkak naik.

sumber : detik.com

Takut Dimata-matai, Rusia Bikin OS Sendiri

http://images.detik.com/content/2015/05/19/323/jolla40.jpgPemerintah Rusia melalui Menteri Komunikasi Nikolai Nikiforov mengumumkan bakal membuat sistem operasi mobile dalam waktu dekat.

Menurut Nikiforov, dalam pengembangan mobile OS ini pemerintah Rusia bekerja sama dengan Jolla, perusahaan yang mengembangkan OS Sailfish. Jolla sendiri didirikan oleh bekas karyawan Nokia.

Sejak Edward Snowden mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat punya cara untuk mengintai semua sistem operasi yang ada di dunia, banyak negara-negara di dunia yang mulai mencari sistem operasi alternatif yang bisa digunakan.

Meski berbasis di Finlandia, saham Jolla sebenarnya juga dimiliki oleh Rusia dan Tiongkok. Nikiforov di akun Twitternya juga pernah menyebut bahwa OS ini merupakan kerja sama antara Finlandia, Tiongkok, dan Rusia.

Selain itu, ke depannya pemerintah Rusia juga berharap kalau sejumlah negara lain bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan OS ini, seperti Brazil, India, dan Afrika Selatan.

Meski belum menyebut nama dari OS tersebut, Nikiforov mengatakan bahwa OS ini adalah produk yang berbeda dengan Sailfish, meski masih menggunakan OS tersebut sebagai basisnya, seperti dikutipdetikINET dari Phone Arena, Selasa (19/5/2015).

Saat ini, 95% ponsel di Rusia menjalankan sistem operasi yang ‘diimpor’ dari negara lain, seperti Android dan iOS. Optimistis, Nikiforov berharap pada tahun 2025 angka itu bisa menurun hingga 50% setelah kehadiran OS anyar yang belum punya nama ini.

 sumber : detik.com

Telkom Bangun Data Center USD 115 Juta di Singapura

http://images.detik.com/content/2015/05/18/319/110447_indrautoyo460.jpg

Telkom melalui anak usahanya, Telkom Internasional (Telin), akan melakukan ground breaking pembangunan data center di Singapura pada Juni mendatang. Data center dengan kapasitas 20 ribu meter persegi ini menelan investasi sekitar USD 115 juta.

“Kita akan lakukan ground breaking pada bulan Juni nanti. Selesainya akan bertahap, diperkirakan dua tahun dari sekarang,” ungkap Chief Innovation and Strategy Officer Telkom Group, Indra Utoyo, saat ditemui di Hotel JW Marriot, Jakarta.

Diungkapkannya, data center yang dibangun akan memiliki spesifikasi Tier-3 dan Tier-4 karena ingin menyasar juga pasar Singapura nantinya. “Kami sedang mencari partner teknologi juga untuk data center ini. Kalau sekarang masih pembangunan fisik,” katanya.

Sebelumnya, Telin Singapura berhasil mendapatkan satu plot area di Data Center Park (DCP) Singapura untuk pengembangan pusat telekomunikasi dan data center. Areanya seluas 8 ribu meter persegi dan digunakan membangun data center dengan kapasitas 20 ribu meter.

sumber : detik.com

Ada 2 Kelemahan Utama Smartphone Modern

http://images.detik.com/content/2015/05/18/317/070017_zen460.jpg

Smartphone zaman sekarang memang begitu canggih, desainnya kadang memukau dan bisa melakukan hampir segala hal. Tapi tak ada yang sempurna, ada dua hal yang dianggap sebagai kelemahan utama smartphone masa kini dan belum ada solusi mujarabnya. Apakah itu?

“Smartphone modern punya dua masalah mendasar. Dan seiring ponsel semakin bertambah besar dan semakin canggih, masalah tersebut malah menjadi bertambah buruk,” tulis David Carnoy dalam kolomnya, sepertidetikINET kutip Cnet, Senin (18/5/2015).

Masalah pertama adalah, smartphone zaman sekarang itu tak cukup tangguh, cenderung ringkih. Kalau terjatuh, ada risiko cukup besar layar retak atau bodinya penyok. Itu sebabnya casing pelindung seakan menjadi barang wajib.

“Mobil punya bemper. Smartphone tidak. Itu sebabnya kita memakai bemper (casing tambahan) di smartphone. Dan juga screen cover,” sebut David.

Berbeda dengan ponsel di masa lalu yang desainnya memang lebih tebal dan lebih sederhana sehingga cenderung bertahan saat dijatuhkan. Sebut saja Nokia 3310 atau BlackBerry Bold, sepertinya lebih tangguh dibandingkan deretan smartphone zaman sekarang.

Memang saat ini, ada beberapa model smartphone yang diklaim tangguh. Sebut saja model Sony Xperia Z atau Galaxy S5 Active dari Samsung.

“Namun begitu, model yang katanya tangguh itu nyatanya hanya sedikit lebih baik soal ketahanan dibanding ‘saudaranya’ yang biasa,” tambahnya.

Baterai Lemah

Selain bodi ringkih, kelemahan utama ponsel cerdas masa kini adalah soal baterai. Teknologi baterai memang tak dapat dipungkiri ketinggalan zaman.

Di saat prosesor makin gahar, layar makin cemerlang, dan kamera smartphone semakin hebat, tak demikian halnya dengan baterai. Bisa bertahan seharian saja sudah syukur.

“Mungkin frutrasi terbesar adalah keawetan baterai malah menjadi lebih buruk, tidak lebih baik, di smartphone generasi terbaru. Di kala smartphone memiliki prosesor yang super kencang, layar definisi tinggi dan multitasking aplikasi, para manufaktur kepayahan dalam menjaga efiensi daya,” tulis David.

Terlebih lagi, penggunaan smartphone zaman sekarang semakin gila-gilaan. Pengguna ingin main game terus-terusan, memakai kamera berlebihan dan kecanduan memakai aplikasi. Maka ketahanan baterai semakin menipis.

Memang para manufaktur telah menawarkan berbagai solusi. Sebut saja isi ulang super cepat atau baterai yang dapat diganti. Bisa juga menggunakan powerbank dengan beragam kapasitas.

Tapi sepertinya akan lebih baik kalau baterai smartphone bawaan bisa dikembangkan teknologinya lebih lanjut sehingga lebih awet daripada saat ini. Beberapa akademisi kabarnya tengah menguji coba baterai ponsel tahan lama. Semoga saja segera menjadi kenyataan.

sumber : detik.com