Ini Hacker yang Mengaku Bisa Belokkan Pesawat

http://images.detik.com/content/2015/05/20/323/162148_ajk.jpg

Pengakuan hacker ini memang menakutkan. Seperti di film saja, dia mengaku bisa membajak pesawat dari kursi penumpang saat dalam penerbangan. Tak urung, dia langsung diinterogasi FBI. Gadgetnya semua disita untuk kepentingan penyelidikan.

Namanya Chris Roberts. Lahir di Inggris tapi sekarang tinggal di Amerika Serikat, Roberts lumayan dikenal sebagai pakar sekuriti. Dia mendirikan perusahaan sekuriti komputer bernama One World Labs.

Roberts mengklaim mampu membobol sistem komputer pesawat melalui In Flight Entertainment System (IFE). Pertama-tama, ia menghubungkan laptopnya ke box elektronik IFE yang ada di bawah kursi penumpang. Dari situlah, dia bisa terhubung dengan Thrust Management Computer yang mengendalikan mesin.

Dia mengklaim pernah membuat salah satu mesin pesawat naik dalam sebuah penerbangan. Sebagai akibatnya ada gerakan menyamping dari pesawat. Bayangkan kalau orang jahat yang melakukannya, apa tidak celaka?

Roberts ini rupanya sudah menginvestigasi keamanan penerbangan sejak sekitar 6 tahun lampau. Terutama mengenai sistem IFE tersebut yang menurutnya cukup rentan celah keamanannya. Roberts diketahui sudah beberapa kali mempresentasikan hal itu namun tak ada tanggapan berarti.

“Kami telah berbincang dengan dua pembuat pesawat dan juga dua penyedia layanan infotainment di pesawat tapi tak pernah berlanjut ke apapun,” katanya seperti dikutip detikINET dari Wired, Rabu (20/5/2015).

FBI ternyata mengamati penelitian Roberts. Februari lalu, agen FBI menyambangi Roberts untuk mendiskusikan soal keamanan pesawat. Roberts membeberkan semuanya. Ia mengaku bisa mengetahui data penerbangan hanya dengan menghubungkan laptop ke sistem hiburan di pesawat.

Bahkan lebih dari itu, Roberts mengklaim bisa bertindak lebih jauh. Yakni mengendalikan kontrol mesin yang ujung-ujungnya mengubah arah pesawat.

Roberts kembali harus berurusan dengan FBI terkait sebuah tweet yang mengindikasikan dia akan melakukan hack pada penerbangan pesawat United Airlines jurusan Chicago menuju Denver. Ia mengaku itu hanya joke tapi FBI menganggapnya serius.

FBI kini menginterogasi Roberts dan ia juga dilarang naik pesawat. Klaimnya soal membajak pesawat melalui sistem IFE pun menimbulkan kehebohan di kalangan industri penerbangan maupun pakar sekuriti komputer.

Para pakar sekuriti ada yang mendukung bahwa maksud Roberts itu baik, yakni menunjukkan celah keamanan di pesawat terbang modern. Tapi kebanyakan mengecamnya dan meragukan apakah Roberts benar-benar bisa melakukannya.

“Klaim kalau mode thrust management system bisa diubah tanpa komando dari pilot atau ketika dihubungkan dengan sistem manajemen penerbangan adalah hal yang hampir mustahil,” kata Peter Lemme, chairman perusahaan satelit Ku and Ka.

“Dalam kejadian seperti yang dia klaim, yakni gangguan di Thrust Management System, hal itu akan diketahui oleh awak kabin, mereka akan mengetahui kalau pesawat bergerak dengan komando yang tak berasal dari kokpit. Pilot akan mencegahnya dan langsung akan ada investigasi. Jadi aku tak percaya bahwa yang dia katakan itu benar,” ucap Michael Planey, konsultan keamanan pesawat.

Tapi mungkin ada baiknya menunggu penyelidikan FBI. Baru akan diketahui apakah Roberts benar-benar bisa membajak pesawat dari kursi penumpang ataukah hanya sebaliknya.

sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *